Darikegiatan wawancara akan diperoleh informasi yang berharga. Keterampilan wawancara sangat diperlukan terutama bagi kamu yang bercita-cita menjadi wartawan, peneliti, jaksa, hakim dan lainnya. Sebelum melakukan wawancara, kamu harus mengetahui pokok-pokok wawancara. Berikut ini penjelasannya: Pengertian wawancara Siapanarasumber yang akan kamu wawancarai? Orang Tua; Ketar RT; Ketua RW; Tetangga terdekat; Teman sekelas; Anak tetangga sebelah; Bapak Guru; Ibu Guru; Paman; Bibi; 2. Pertanyaan apa saja yang akan kamu ajukan untuk mendapatkan data kondisi lingkungan di lingkungan sekitarmu? Maaf, Bapak/Ibu. Kami melakukan tugas dari Bapak/Ibu Guru untuk agarkitabisa tahu apa yang akan ditanyakan kepada narasumber. 4 hal penting dalam wawancara : 1. Narasumber 2. Pewawancara 3. Daftar pertanyaan 4. Laporan hasil wawancara Narasumber adalah orang yang memberikan informasi secara jelas tentang apa yang kita ingintanyakan. Pewawancara adalah orang yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Selainitu, Kevin juga akan melaporkan orang yang mengedit foto tersebut. Namun, belum diketahui siapa pengedit foto hingga akhirnya tersebar luas di media sosial. "Yang akan kita laporkan itu ada Semogaekspektasi kita, rel kereta api ini segera digunakan," tambahnya. Tampak Ismail menghampiri salah satu warga yang kemudian ia wawancarai. Warga tersebut mengaku pesimis rel kereta api tersebut akan difungsikan karena merasa sudah terlalu lama menunggu. Selain itu, warga tersebut menyebut daerahnya aman-aman saja, tidak ada banjir. Adabeberapa persiapan perlu kamu lakukan sebelum melangsungkan wawancara dengan narasumber atau responden agar mendapatkan hasil optimal. Beberapa persiapan tersebut antara lain: 1. Melakukan penentuan topik atau tema yang akan dibahas. 2. Melakukan penentuan subjek narasumber sesuai dengan topik tersebut untuk nantinya kamu wawancarai. 3. asm0. Contoh wawancara dengan berbagai narasumber berikut ini perlu untuk kamu pahami sebagai salah satu langkah memperoleh informasi yang detail. Ketika hendak melakukan wawancara, perlu kesiapan terkait apa yang akan kamu tanyakan atau informasi apa saja yang sekiranya dibutuhkan. Maka dari itu, biasanya pewawancara telah melakukan riset terlebih dahulu dan merencanakan pertanyaan-pertanyaan penting. Hal ini sangat penting agar pertanyaan tidak melebar ke mana-mana serta durasi tanya jawab lebih efektif. Nah, sebelum membeberkan contoh teks wawancara, ada baiknya kita membahas pengertian dari wawancara terlebih dahulu. Pengertian Wawancara sumber Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wawancara adalah proses tanya jawab seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Seseorang yang memberikan pertanyaan disebut pewawancara sementara orang yang menjawab pertanyaan disebut narasumber. Secara umum, wawancara dalam karya jurnalistik menjadi faktor penting untuk mendapatkan sumber tepercaya. Akan tetapi, terdapat contoh wawancara dari aktivitas lain yang mesti melalui proses tanya-jawab seperti wawancara umum, misalnya ketika seseorang melamar pekerjaan. Jenis-Jenis Wawancara Dilihat dari sisi pelaksanaannya, wawancara dibagi ke dalam 3 jenis. 1. Wawancara Bebas Wawancara jenis ini mengedepankan pewawancara yang bebas menanyakan apa saja kepada narasumber. Namun, yang perlu diperhatikan adalah sejumlah pertanyaan harus tetap berhubungan dengan data yang ingin kamu peroleh. Pasalnya, seperti yang telah disinggung, jangan sampai pertanyaan melebar dan jauh dari topik atau informasi yang dibutuhkan pewawancara. 2. Wawancara Terpimpin Jenis wawancara ini berarti pewawancara telah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan rinci. 3. Wawancara Bebas Terpimpin Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara dapat mengombinasikan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Pewawancara biasanya telah membawa pedoman mengenai apa yang akan ditanyakan sebagai benang merah atau topik utama. 1. Contoh Teks Wawancara dengan Pedagang Kamu yang akan melakukan wawancara dengan pedagang, patut kiranya mempersiapkan pertanyaan terlebih dahulu alias tidak mendadak. Berikut adalah contoh pertanyaan dalam wawancara kepada pedagang yang bisa kamu jadikan referensi – Siapa nama bapak? – Sudah berapa lama bekerja sebagai pedagang? – Selain di lokasi ini, adakah tempat lain yang kerap dijadikan tempat untuk berjualan? – Mengapa bapak memilih bekerja sebagai pedagang? – Dari pukul berapa biasanya bapak mulai berdagang? – Secara umum, berapa keuntungan atau laba yang bapak dapatkan dalam sehari? – Apa yang bapak lakukan agar pelanggan selalu merasa puas? – Adakah cara lain yang terpikir di benak bapak untuk meningkatkan penghasilan dari berdagang? – Apa yang bapak lakukan apabila terjadi kenaikan harga pada bahan dasar dagangan bapak? – Apa saja suka duka yang bapak alami selama berdagang? – Apa harapan atau keinginan bapak setelah berdagang dalam kurun waktu selama ini? 2. Contoh Teks Wawancara dengan Wirausaha sumber 3. Contoh Wawancara Topik Pendidikan dengan Guru – Menurut Bapak/Ibu guru, seberapa penting arti pendidikan? – Bagaimana menurut pandangan Bapak/Ibu mengenai pendidikan di Indonesia? – Kira-kira, apa yang membuat pendidikan di Indonesia bisa maju seperti yang diharapkan? – Adakah perbedaan mencolok antara pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di luar negeri? – Bagaimana cara untuk dapat menaikkan standar atau mutu pendidikan di Indonesia? – Apa pendapat dari Bapak/Ibu terkait maraknya pendidikan sebatas β€œalat” untuk mencari pekerjaan alih-alih membuka lapangan kerja baru? – Untuk ke depan, adakah perubahan yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan? – Apa harapan terbesar Bapak/Ibu terkait dunia pendidikan? *** Itulah contoh teks wawancara yang bisa kamu jadikan referensi. Semoga bermanfaat, ya. Temukan ulasan menarik lainnya di Dapatkan kemudahan dalam mencari kebutuhan properti dengan mengakses karena kami selalu AdaBuatKamu. Wujudkan memiliki hunian idaman dengan harga kompetitif seperti Citralake Sawangan yang berlokasi di Depok. Teknik reportase adalah suatu hal dasar yang wajib dikuasai oleh seorang jurnalis, terutama reporter. Banyak hal yang harus dipahami selama proses reportase, jurnalis harus bisa membawa alur wawancara menjadi nyaman sehingga narasumber mau terbuka untuk memberikan informasi. Selain itu, jurnalis harus memastikan bahwa hasil wawancara tersebut padat informasi dan mendalam. Oleh karena itu, penting bagi seorang jurnalis untuk mempelajari bagaimana teknik reportase yang tepat. Dalam artikel ini, Glints akan menjelaskan teknik reportase hingga skill yang kamu butuhkan. Yuk, simak! Teknik Reportase Β© 1. Riset mendalam Sebelum memulai reportase, seorang reporter harus melakukan riset yang mendalam. Hal pertama yang harus diriset adalah topik. Perdalam topik yang akan kamu sampaikan ke publik. Analisis nilai-nilai berita yang ada di dalam topik tersebut, seperti dampak, kedekatan, aktualitas, ketokohan, dan sebagainya. Jika kamu sudah yakin bahwa topik ini menarik dan penting bagi publik, cari tahu sebanyak-banyaknya tentang topik tersebut. Ketahui apa latar belakang dari topik yang akan kamu angkat, siapa saja orang yang perlu kamu wawancarai, hingga di mana kamu bisa menemukan narasumber. 2. Tentukan angle menarik dan penting Teknik reportase selanjutnya adalah menentukan angle atau sudut pandang yang menarik dan penting. Sebuah reportase akan menjadi sia-sia jika tidak dibaca oleh publik. Oleh karena itu, fokuslah pada apa yang dibutuhkan dan disukai publik. Jika banyak reporter sudah mengangkat suatu angle, kamu bisa memilih celah angle lainnya. Cari sisi lain yang juga menarik dan penting bagi publik. 3. Buat daftar pertanyaan Sebelum melakukan reportase, kamu perlu membuat daftar pertanyaan. Fungsinya adalah memastikan bahwa wawancaramu berjalan sesuai fokus angle yang ingin kamu angkat. Dalam jurnalistik, dikenal istilah 5W+1H, yaitu what, who, when, where, why, dan how. Buat daftar pertanyaan dengan memasukkan semua unsur tersebut sehingga kamu bisa mendapatkan informasi yang menyeluruh dari narasumber. Namun, ketika di lapangan bisa saja ada pertanyaan baru yang harus kamu tanyakan. Tidak perlu ragu, tanyakan saja pada narasumber. Hal tersebut justru baik karena akan memperkaya informasi yang kamu dapat. Bahkan, kamu juga bisa mendapat angle baru dari informasi tersebut. 4. Minta narasumber tidak bicara terlalu cepat Ketika melakukan teknik reportase, kamu bisa saja bertemu dengan berbagai macam narasumber yang belum kamu kenal. Kamu mungkin akan bertemu dengan narasumber yang berbicara dengan sangat lambat, tetapi bisa juga sangat cepat. Oleh karena itu, dikutip dari The Balance Careers, jangan ragu untuk meminta narasumber agar tidak berbicara dengan terlalu cepat. Pastikan kamu bisa menangkap semua informasi dengan jelas. Alternatif lainnya, kamu bisa merekam wawancara dengan alat atau aplikasi perekam suara. 5. Tanyakan jika ada yang belum jelas Tidak jarang ada narasumber yang bicara berbeli-belit atau tidak langsung to the point. Maka, mungkin saja kamu merasa pertanyaanmu belum dijawab dengan jelas oleh narasumber. Kamu tidak perlu ragu untuk meminta narasumber memperjelas pernyataannya. Arahkan narasumber dengan pertanyaan intimu. 6. Klarifikasi Selain menanyakan hal-hal yang belum dijawab narasumber secara jelas, teknik reportase yang tak kalah pentingnya adalah klarifikasi. Pastikan bahwa informasi yang kamu terima itu sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh narasumber. Kamu juga perlu mengonfirmasi hal-hal kecil seperti nama dan jabatan narasumber. Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada kesalahan penulisan saat kamu menyampaikannya ke publik. Skill yang Diperlukan Β© 1. Komunikasi Skill pertama yang dibutuhkan oleh seorang reporter tentu saja komunikasi. Seorang reporter akan berhadapan dengan banyak orang, seperti tim redaksi, narasumber, editor, hingga para pemangku kebijakan dalam sebuah reportase. Oleh karena itu, diperlukan skill komunikasi yang tinggi agar reporter bisa menyampaikan informasi dengan jelas pada berbagai pihak, termasuk publik. Komunikasi ada dua macam, yaitu verbal dan nonverbal. Kamu perlu menguasai keduanya untuk menjalani reportase dengan baik. 2. Menulis Menulis merupakan skill dasar yang wajib dimiliki oleh reporter, terutama yang bergelut di media massa cetak atau online. Namun, skill menulis reporter tidak hanya terhenti hanya tentang memaparkan informasi secara akurat. Kamu harus bisa menyampaikan informasi akurat, jelas, dan menarik. Salah satu caranya adalah dengan memposisikan diri sebagai pembaca. Apa yang pembaca ingin ketahui? Bagaimana membuat agar tulisan tersebut mengalir dan mudah dimengerti oleh publik? 3. Rasa ingin tahu Reporter tidak bisa hanya berpaku pada data, arahan pemimpin redaksi, hingga daftar pertanyaan. Kamu memerlukan rasa ingin tahu yang tinggi dalam sebuah teknik reportase. Setiap narasumber memaparkan hal yang tidak kamu mengerti atau belum kamu ketahui, tanyakan saja. Gali terus informasi dari narasumber hingga kamu mendapatkan poin penting, baru, dan menarik bagi publik. 4. Riset Seperti yang telah dipaparkan pada bagian teknik reportase, seorang reporter wajib melakukan riset sebelum menjalankan reportase. Kamu memerlukan skill riset untuk bisa memperdalam informasi sebelum menanyakannya pada narasumber. Bahan riset tidak berhenti sampai media massa atau buku. Kamu juga bisa memperluas bahan risetmu dari media sosial dan orang lain. Maka, penting juga bagi seorang reporter untuk update dengan perkembangan informasi terbaru. Demikian penjelasan Glints tentang teknik reportase dan skill yang perlu kamu miliki. Menarik bukan? Menjadi seorang jurnalis ternyata tidak semudah yang dibayangkan, ya. Apakah kamu mulai tertarik dengan karier yang satu ini? Jika kamu iya, ada banyak lowongan jurnalis di Glints, lho! Kamu bisa memilih bidang spesifik yang ingin kamu geluti. Tunggu apa lagi? Yuk, sign up sekarang juga! How to Develop Great Reporting Skills Daftar Isi Apa yang Dimaksud dengan Narasumber? Apa Tugas dari Narasumber? Syarat Menjadi Narasumber yang Baik 1. Kredibilitas 2. Memiliki Analisis yang Tajam 3. Memiliki Data Terbaru 4. Berani 5. Berpikir Runtut dan Berwawasan Luas 6. Konsisten pada Satu Tema Tertentu 7. Mudah Dihubungi 8. Narasumber Paham Dunia Jurnalistik Bagi detikers yang sedang mengerjakan tugas wawancara atau bekerja sebagai wartawan, pasti pernah melakukan wawancara. Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai fakta, wawancara dilakukan dengan narasumber yang bagaimana cara menjadi seorang narasumber yang baik? Lalu apakah ada syarat khusus untuk menjadi narasumber? Simak secara lengkap dalam artikel ini yuk yang Dimaksud dengan Narasumber?Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, narasumber adalah orang yang memberi mengetahui secara jelas atau menjadi sumber informasi; informan. Sehingga, untuk mendapatkan informasi yang akurat lebih baik melakukan wawancara kepada narasumber terkait. Dijelaskan dalam buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas X, narasumber adalah orang yang diperkirakan dapat memberi informasi yang kamu perlukan. Informasi itu dapat berupa pengetahuan, pengalaman, pendapat, atau pemikiran mengenai suatu itu, dijelaskan dalam buku Metode Diskusi Kelompok dan Penerapannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP oleh Sudiyono, narasumber adalah orang yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penanya dalam kegiatan wawancara. Narasumber merupakan orang ahli di bidangnya yang mampu menguraikan jawaban dengan benar, logis, dan akurat sesuai pokok bahasan yang dari itu, sejumlah pertanyaan yang kamu ajukan sebaiknya merupakan pertanyaan yang dapat dijawab oleh narasumber. Sehingga kamu juga mendapatkan informasi yang sesuai dengan topik Tugas dari Narasumber?Saat melakukan wawancara, pewawancara akan melakukan sejumlah pertanyaan kepada narasumber. Lantas, apa tugas dari seorang narasumber ketika mendapat pertanyaan? Simak di bawah iniMemberikan informasi kepada pewawancara berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi atau bahkan informasi palsu yang akan menimbulkan hoaxMemberikan informasi yang ia ketahui. Usahakan tidak menambah informasi yang belum pasti kebenarannyaMampu menyampaikan berbagai informasi secara baik dan benar. Jangan terlalu bertele-tele, karena hal tersebut membuat informasi jadi sulit dipahami oleh orang lainMemiliki pengetahuan yang cukup luas untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat tercerahkan lewat informasi yang boleh ada paksaan dari pihak tertentu ketika ingin menyampaikan informasi. Sehingga informasi yang disampaikan benar adanya dan tidak menghilangkan sejumlah unsur-unsur Menjadi Narasumber yang BaikSemua orang bisa menjadi narasumber untuk memberikan informasi kepada khalayak luas. Namun dalam sejumlah pembahasan tertentu, narasumber yang dibutuhkan harus kompeten agar informasi yang disampaikan dapat diterima dalam buku Media Relations Kontemporer Teori dan Praktik oleh Masriadi Sambo, berikut syarat menjadi narasumber yang baik1. KredibilitasSyarat pertama untuk menjadi seorang narasumber yaitu kredibel dan relevan dengan topik pertanyaan. Dalam hal ini, narasumber yang kredibel yaitu orang nomor satu pada suatu lembaga tertentu, meliputi pimpinan tertinggi pada organisasi, perusahaan, atau Memiliki Analisis yang TajamSyarat berikutnya untuk menjadi narasumber yakni memiliki analisis yang tajam terhadap persoalan tertentu. Sebab dalam praktiknya, media akan menyukai narasumber yang dapat menganalisis kekurangan dan kelebihan suatu topik secara mendalam. Hal ini mampu menarik minat masyarakat untuk mendalami informasi yang disampaikan Memiliki Data TerbaruNarasumber setidaknya wajib memiliki data terbaru, bila perlu dilengkapi dengan hasil analisis dari data tersebut. Dengan adanya data serta analisis yang selalu diupdate, informasi yang disampaikan jadi lebih padat dan sesuai BeraniKetika memberikan informasi kepada masyarakat luas, narasumber harus berani untuk mengungkapkan kebenaran sesuai fakta tanpa khawatir mendapat hujatan atau serangan balik dari orang tertentu. Apabila mendapat ancaman, sebaiknya lapor kepada pihak kepolisian agar lebih Berpikir Runtut dan Berwawasan LuasUntuk menjadi narasumber kamu harus memiliki struktur berpikir, ide, dan gagasan secara runtut. Hal ini agar informasi yang disampaikan mudah dipahami oleh masyarakat luas ketika membaca atau Konsisten pada Satu Tema TertentuSyarat berikutnya adalah harus konsisten pada satu tema tertentu. Dalam hal ini narasumber harus konsisten dalam topik yang dibahas saat melakukan wawancara, jangan sampai informasi yang disebutkan malah melenceng dari topik utama. Alhasil masyarakat malah jadi bingung ketika menerima informasi Mudah DihubungiJika kamu ingin menjadi seorang narasumber sebaiknya mudah dihubungi baik melalui telepon, chat, atau media sosial lainnya. Sehingga jika ada seseorang yang butuh informasi dan ingin melakukan wawancara segera, kamu sudah siap untuk memberikan informasi sesuai fakta di Narasumber Paham Dunia JurnalistikSyarat terakhir yang kamu harus pahami sebelum menjadi narasumber yaitu memahami dunia jurnalistik. Sebab, narasumber yang mudah ditemui dan dimintai keterangannya akan sangat membantu para wartawan ketika sedang menjalankan itu dia detikers penjelasan mengenai narasumber beserta tugas dan syaratnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers jika suatu saat nanti ingin menjadi narasumber yang terpercaya! Simak Video "Ada Terduga Teroris, Standar Masuk MUI Dipertanyakan" [GambasVideo 20detik] ilf/fds Wawancara membantu penulis mengumpulkan bahan tulisan untuk merekonstruksi suatu peristiwa atau kejadian secara terpercaya, akurat, dan detail. Dalam wawancara ada dua orang yang terlibat, yaitu pewawancara dan orang yang diwawancarai atau biasa disebut narasumber. Untuk dapat merekonstruksi suatu peristiwa, penulis pasti memerlukan bahan tulisan yang kredibel dan berkualitas tinggi. Bahan tulisan tersebut pasti didapat dari banyak sumber. Salah satunya narasumber. Penentuan narasumber untuk wawancara dipengaruhi oleh kualitas dan kredibilitasnya. Di sini, penulis harus bisa mendapatkan informasi dari narasumber yang kredibel dan berkualitas. Tidak boleh asal memilih narasumber karena itu bisa berakibat fatal nantinya. Ada urutan narasumber sesuai tingkatan kualitas dan kredibilitasnya untuk mendapatkan informasi yang valid dan berkualitas. Pastikan, kamu sebagai penulis memilih mulai tingkat pertama untuk dijadikan narasumber. Berikut urutan narasumber berdasarkan tingkatan kualitas dan kredibilitasnya. 1. Pelaku Pelaku merupakan aktor dalam sebuah peristiwa yang sangat penting. Dalam mewawancarai pelaku dalam sebuah peristiwa biasanya sangat sulit karena aksesnya terbatas dan tidak bebas. Jika penulis bisa mendapatkan keterangan narasumber, tulisan itu memiliki kredibilitas tinggi nantinya. 2. Korban Korban sama pentingnya, seperti pelaku. Korban merupakan salah satu pihak yang terlibat dalam sebuah peristiwa. Selain mewawancarai pelaku, kamu juga harus mewawancarai korban. Ini karena seringkali pelaku dan korban memiliki sudut pandang yang berlawanan. Namun, wawancara korban harus memperhatikan kondisi korban juga. 3. Saksi mata Saksi mata memiliki peranan penting dalam proses rekonstruksi kejadian. Seringkali, saksi mata memiliki informasi yang tidak dimiliki oleh korban. 4. Pihak berwenang Para pihak berwenang masuk ke dalam kriteria narasumber penting. Memiliki kewenangan tertentu yang berhubungan dengan peristiwa/kejadian yang hendak ditulis. Mereka bisa memberikan informasi yang lebih lengkap, legal, dan menyeluruh karena memiliki akses kepada pelaku, korban, dan saksi mata. 5. Pengamat Pengamat bisa juga menjadi narasumber, meski tidak terlalu penting. Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait suatu kejadian berdasarkan pola-pola umum dalam teori atau pengalaman terkait suatu kejadian berdasarkan pola-pola umum dalam teori/pengalaman di lapangan. Kelima tingkatan narasumber ini harus diprioritaskan dari tingkat pertama. Syukur-syukur, kamu sebagai penulis bisa mendapatkan kelima-limanya. Namun, tidak mesti semuanya ada juga. Selamat menulis! Baca juga Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

siapa narasumber yang akan kamu wawancarai